SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu - Kami segenap pengurus Masjid dan Panitia pembangunan masjid Al-Wafa mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan Bapak/Ibu donatur membantu terlaksananya pembangunan masjid Al-Wafa
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Sunday, 5 04 2020 April 2020 >

IMSYAK 04.15
SUBUH 04.25
DZUHUR 12.03
ASHAR 15.29
MAGHRIB 18.17
ISYA 19.32
Diterbitkan :
Kategori : Tentang Kami
Komentar : 0 komentar

Gerakan Membangun Kesantunan dan Etika di Jalanan

Jumlah kendaraan di negeri kita semakin bertambah setiap tahunnya secara signifikan. Selain pertambahan jumlah satu lagi adalah teknologi kendaraan yang ada semakin canggih dan memanjakan penggunanya. Para pengendara semakin terlayani, kenyamanannya bertambah, keamanannya pun semakin baik karena berkembangnya teknologi dalam pembuatan kendaraan.

Namun sayangnya, berkah dari kemajuan teknologi dan semakin baiknya kendaraan yang dimiliki tidak membuat para pengendara semakin santun dan beretika di jalanan. Malah sebaliknya mereka menampilkan gaya berkendaraan yang urakan, ugal-ugalan, tidak mau tahu bahwa jalanan dipakai oleh banyak orang dan banyak kepentingan, yang semuanya menginginkan kepentingannya di dahulukan dan diprioritaskan. Dengan fenomena seperti ini maka timbullah sifat pengendara yang ego-sentris, mementingkan diri sendiri, mau menang sendiri, dan parahnya adalah membawa amarah dalam setiap aktivitasnya di jalanan. Kesenggol sedikit, emosinya membuncah ke jalanan, memberi efek buruk kepada semua pengguna jalan, yang akhirnya memberi sinyal persetujuan bahwa untuk menyelesaikan masalah konflik di jalanan adalah dengan saling maki dan saling caci, tidak ada yang mau mengalah, merasa benar sendiri dan tidak merasa bersalah. Dengan gaya penyelesaian masalah yang sepertinya maka banyak terdengar kasus-kasus kekerasan di jalanan, tabrak lari, pengrusakan kendaraan oleh amuk massa, penghakiman kepada pengendara yang lemah karena mungkin senggolan atau salip-salipan di jalanan.

Maka tidak heran, jumlah korban di jalanan melebihi jumlah korban pada bencana alam. Korban kecelakaan adalah karena kesombongan dan keangkuhan si pengendara yang tidak mau kalah, egois dan semua sifat buruk yang melekat, sedang korban bencana alam adalah kehendak Allah, walau juga karena perilaku manusianya yang tidak menjaga alam namun tidak terlihat langsung seperti perilaku di jalanan yang dapat diamati secara langsung dan kasat mata gaya dan perilaku pengendara.

Melihat ini, perlu adanya sebuah gerakan penyadaran di jalanan berupa edukasi beretika dan bersantun ria di jalanan. Dalam gerakan edukasi ini ditekankan pada pemahaman dan pengertian akan hak dan kewajiban pengendara di jalanan. Apa dan bagaimana hak dan kewajibannya secara individu dan apa dan bagaimana hak dan kewajiban semua pengendara. Ketika setiap pengguna jalan memahami dan mengerti bahwa ada hak dan kewajiban di jalanan, diharapkan akan mengurangi perilaku buruk di jalanan sekaligus membangun budaya santun dan beretika di jalanan layaknya ketika berada di rumah, di lingkungan perumahannya sendiri, bagaimana seseorang bergaul dan bersikap kepada tetangga kiri kanan, depan dan belakangnya. Tidak berbeda inipun seharusnya juga diaplikasikan ketika seseorang berada di jalanan. Orang-orang yang berada di jalanan baik, di sebelah kirinya, kanan, depan dan belakangnya adalah ibarat tetangganya yang harus dihormati dan dihargai sebagai pengguna jalan seperti dirinya, yang mempunyai kepentingan, mempunyai hak untuk merasa nyaman, aman, tidak tertanggu di jalanan. Selain itu mempunyai kewajiban bersama-sama dengan pengendara lainnya untuk menjaga rasa aman, nyaman di jalanan dengan cara mentaati peraturan di jalanan, mempelajari rambu-rambu di jalanan dan memahaminya sehingga akan meningkatkan kesantunannya dalam berkendaraan.

Gerakan ini adalah bagian dari kepedulian dan rasa empati kepada tugas kepolisian terutama kepolisian bagian lalu lintas. Bagaimana beratnya tugas mereka yang harus melayani jutaan pengendara di jalanan setiap harinya. Mata-mata mereka harus selalu awas dengan lalu-lalangnya kendaraan. Bukan hanya satu jenis kendaraan tapi berpuluh-puluh kendaraan setiap harinya melintas di jalanan dan ini membutuhkan perhatian demi menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi semua pengguna jalan.

Sekarang terbayang kan, bahwa tugas ini tidak mungkin hanya satu arah dari pihak kepolisian saja namun juga harus disambut pula oleh para pengguna jalan. Menyambut dalam arti pengguna jalan sadar bahwa dengan mematuhi semua peraturan yang dibuat oleh kepolisian berarti mereka ikut berkontribusi menciptakan keamanan dan kenyamanan di jalanan untuk kepentingan bersama.

SesudahnyaArtikel
Santri AlWafa Beraksi Santri AlWafa Beraksi
Mengenal orang adalah sebuah keahlian yang harus terus diasah
Santun Berkendaraan Santun Berkendaraan
Gerakan Membangun Kesantunan dan Etika di Jalanan Jumlah kendaraan di negeri kita semakin bertambah setiap tahunnya secara signifikan. Selain pertambahan jumlah satu lagi adalah teknologi kendaraan yang ada semakin canggih...
Artikel Artikel
Gerakan Membangun Kesantunan dan Etika di Jalanan Jumlah kendaraan di negeri kita semakin bertambah setiap tahunnya secara signifikan. Selain pertambahan jumlah satu lagi adalah teknologi kendaraan yang ada semakin canggih...
Sambutan Ketua DKM Sambutan Ketua DKM
Gerakan Membangun Kesantunan dan Etika di Jalanan Jumlah kendaraan di negeri kita semakin bertambah setiap tahunnya secara signifikan. Selain pertambahan jumlah satu lagi adalah teknologi kendaraan yang ada semakin canggih...


TINGGALKAN KOMENTAR